DISEMINASI PENELITIAN UNTAMA DAN WWF INDONESIA

Category: Berita
Created on Tuesday, 10 April 2018

Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki ikan duyung(dugong). Sebagai herbivora, dugong sangat tergantung pada kehadiran lamun sebagai pakan alami dan kondisi laut yang sehat. Menurut Lanyon (1991) dan Marsh et al (2002) Dugong lebih menyukai spesies lamun dengan kadar nitrogen yang tinggi.

Menurut laporan World Wildlife Fund (WWF)  keberadaan duyung(dugong) di perairan Kobar terancam punah. Walupun pemburuan di Kobar sudah lama berakhir, namun seringkali terjerat/terjaring oleh jala para nelayan.

Oleh karena itu WWF bekerja sama dengan Universitas Antakusuma untuk melakukan penelitian tentang mata pencarian alternatif selain nelayan agar tidak mengganggu area konservasi Dogong.

Hasil penelitian telah di Seminasikan pada selasa (03/04/2018) kemarin, di Aula Kantor Desa Teluk Bogam. sebagai ketua peneliti  Drs.Arifin, MM dan anggota diantaranya Winarti Setyorini S.E, MM,
Manis Suharjo, STT, MP,  Ema Prastya Kustanti, A.Md, S.Psi dari Universitas Antakusuma.

Penelitian ini dilakukan di pesisir kecamatan kumai yakni di lima desa (Kubu, Sungai Bakau, Teluk Bogam, dan Keraya) yang masuk pada kawasan  tempat konservasi Dugong berada

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Rektor Universitas Antakusuma Prof, Dr, Ir. Jeffrie Wattimena, MP, Field Manager Program Konservasi Dugong dan Lamun World Wildlife Fund ( WWF) Indonesia di Kalimantan Tengah, Idham Pasya, Kaur Desa, Masyarakat serta Mahasiswa.

Menurut Arifin sampai saat ini masyarakat di empat desa tersebut masih mengandalkan penangkapan ikan sebagai mata pencairan utama.

"berdasarkan hasil penelitian penunjukan bahwa mata pencarian yang bisa di kembangkan adalah budidaya rumput laut, budi daya tumbuhan ujung atap, pengolahan Ikan Asin, Pengolahan Kerupuk Amplang, spirulina, dan menjadikan wilayahnya sebagai destinasi wisata konservasi" Ujarnya

ia berharap kedepan ada studi banding ke daerah-daerah yang mengembangkan potensi tersebut agar bisa diterapkan di 4 desa ini.

Idham Pasya menambahkan saat ini ke lima desa tersebut   telah memiliki Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) untuk melindungi dugong dan lamun di Kotawaringin Barat

Dugong termasuk satwa langka yang dilindungi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999

"masyarakat telah mengetahui bahwa mamalia tersebut sudah dilindungi dan tidak bisa lagi di buruh "  kata seorang nelayan saat mengikuti Deseminasi Hasil Penelitian

 

 

FreshJoomlaTemplates.com

UNIVERSITAS ANTAKUSUMA

Jalan Iskandar No. 63 Kel Madurejo Pangkalan Bun-Kalimantan Tengah

email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

Monday the 20th.