Pangkalan Bun, Senin, 29 Juni 2026 – Universitas Antakusuma (UNTAMA) menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai bentuk persiapan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Mengusung tema “Desa Mandiri Pangan: Optimalisasi Potensi Lokal dari Pekarangan ke Piring”, kegiatan pembekalan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman mengenai pelaksanaan KKN agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Pada pelaksanaan KKN Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 194 mahasiswa akan diterjunkan ke lokasi pengabdian. Jumlah tersebut terdiri atas 133 mahasiswa kelas reguler dan 61 mahasiswa kelas nonreguler yang berasal dari berbagai program studi di Universitas Antakusuma.
Dalam pembekalan, mahasiswa mendapatkan materi mengenai mekanisme pelaksanaan KKN, penyusunan program kerja, etika bermasyarakat, administrasi kegiatan, serta strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pembekalan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam menyusun dan melaksanakan program kerja yang relevan, terukur, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Seluruh peserta KKN akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang meliputi Kelurahan Pangkut serta sejumlah desa, yaitu Desa Nanga Mua, Desa Sukarami, Desa Gandis, Desa Kerabu, Desa Sambi, Desa Penyombaan, Desa Pandau, Desa Riam, Desa Sungai Dau, dan Desa Menaming.
Pelaksanaan KKN dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, mulai Juli hingga September 2026. Selama masa pengabdian, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal. Tema yang diusung mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga, mulai dari budidaya tanaman pangan, sayuran, tanaman obat keluarga, hingga pengembangan produk olahan hasil pertanian yang bernilai ekonomi.
Selain menjalankan program utama di bidang ketahanan pangan, mahasiswa juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi serta permasalahan yang ada di lingkungan setempat. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan mampu menghasilkan program-program yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

